HALMAHERA SELATAN – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali tercoreng. Temuan belatung dalam ompreng makanan yang disajikan kepada siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 2 Halmahera Selatan ternyata bukan insiden tunggal, melainkan kejadian berulang.
Kepala MTSN 2 Halmahera Selatan, Abdurahim Hamza, didampingi salah satu guru, Walid M. Gani, mengungkapkan bahwa temuan larva dalam menu MBG telah terjadi sebanyak tiga kali sejak program tersebut mulai berjalan.
“Kurang lebih sudah tiga kali. Kejadian pertama sekitar bulan November, di awal-awal penyajian menu MBG,” ungkap Abdurahim saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (26/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, Abdurahim menegaskan bahwa pihak sekolah tetap mendukung penuh program MBG yang merupakan kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia menekankan bahwa dukungan tidak boleh dibalas dengan kelalaian, terutama menyangkut kesehatan dan keselamatan siswa.
“Kami berharap ini menjadi yang terakhir. Penyedia makanan harus lebih peka dan bertanggung jawab. Temuan belatung ini sudah terjadi tiga kali dan tidak bisa lagi dianggap sepele,” tegasnya.
Ironisnya, hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyedia maupun penanggung jawab dapur MBG. Upaya awak media untuk mendapatkan penjelasan dengan mendatangi langsung dapur SPPG yang bermitra dengan Yayasan Gerbang Mas Obi justru berujung tanpa hasil.

Tidak adanya keterangan resmi ini memperkuat dugaan kelalaian dalam proses pengolahan dan pengawasan makanan, sekaligus memunculkan pertanyaan publik terkait standar higienitas dan sistem kontrol kualitas yang dijalankan oleh pengelola.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi seluruh pihak terkait bahwa program bantuan makanan tidak cukup hanya berlabel “bergizi”, tetapi wajib memenuhi standar kebersihan, keamanan, dan pengawasan ketat. Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi teknis terkait segera turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh, serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.








