Dinamika Persaingan Usaha Dinilai Jadi Pemicu Isu Negatif

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maluku Utara – Meski selama ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, sektor usaha kayu di Gane Timur  Halmahera Selatan tak luput dari polemik yang mulai mencuat ke publik. (28/11/2025)

Sejumlah pihak menilai isu-isu negatif yang beredar belakangan ini tidak terlepas dari meningkatnya persaingan usaha yang makin ketat antar pelaku industri kayu di Halmahera Selatan.

Menurut tokoh masyarakat setempat, rumor dan tuduhan sepihak yang berkembang justru memunculkan dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu dengan pesatnya perkembangan usaha tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau usaha ini tidak memberi manfaat, mungkin tidak akan jadi sasaran isu. Tetapi karena berkembang pesat dan berkontribusi besar pada masyarakat, wajar jika muncul gesekan dan potensi persaingan usaha yang tidak sehat,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan industri kayu harus tetap ditempatkan dalam kerangka konstitusi, di mana sumber daya alam dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945, yang menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Baca Juga :  Usai Melayangkan Pukulan Tinju, Kadis Perindag Halbar mendekam di Hotel Prodeo (Jeruji Besi)

Meski demikian, setiap usaha harus tetap menaati aturan dan perundang-undangan yang berlaku—mulai dari kelengkapan izin usaha, pemenuhan regulasi kehutanan, hingga kepatuhan terhadap standar operasional—agar kegiatan industri berlangsung legal, transparan, dan tidak menimbulkan persoalan hukum maupun kerugian lingkungan dan sosial.

Karena itu, tokoh masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat bertindak profesional dan bijaksana, memastikan persaingan usaha berjalan sehat tanpa menjadi arena saling menjatuhkan yang justru merugikan kepentingan masyarakat luas yang menggantungkan ekonomi pada sektor ini.

Baca Juga :  Sebanyak 1 Juta Pelaku UMKM akan Nikmati Penghapusan Utang, Pemerintah Diminta Perhatikan Daerah Terpencil

Warga juga menilai bahwa penegakan regulasi harus diterapkan secara adil dan tidak menjadi alat kepentingan kelompok tertentu. Pendekatan pembinaan dan evaluasi dianggap lebih dibutuhkan ketimbang provokasi isu yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Kami ingin pemerintah hadir, bukan hanya menindak tetapi juga membina. Karena industri kayu ini menghidupi keluarga kami,”  tambah satu warga.

Bagi masyarakat, industri kayu bukan sekadar bisnis, tetapi bagian penting dari masa depan ekonomi desa, peningkatan kesejahteraan, serta stabilitas sosial di kawasan tersebut.

Di tengah dinamika isu yang berkembang, masyarakat berharap semua pihak mampu menahan diri dan tidak mengambil kesimpulan terburu-buru. Mereka menegaskan bahwa sektor ini membutuhkan kolaborasi dan keterbukaan, bukan konflik dan persaingan tidak sehat yang berpotensi mematikan sumber ekonomi lokal. *

Berita Terkait

Pimpin Apel Pagi, Bupati Bassam Kasuba Apresiasi Kinerja ASN dan Tekankan Peningkatan Pelayanan 2026
DPMD Halsel Raih Penghargaan UCJ BPJS Ketenagakerjaan, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja Rentan Desa
Momentum Ramadan, PKS Kota Ternate Bersamai Anggota DPR RI Bagikan Takjil ke Warga
TPAKD Halsel Gelar Rapat Perdana Bersama OJK Maluku Utara, Fokus Perluasan Akses Keuangan
Pemkab Halsel Ikuti Pendampingan Assessment Kesiapan Digital 2026, Perkuat Implementasi SPBE
Halmahera Selatan Naik ke Peringkat Kedua IPKD Maluku Utara, Raih Nilai Kategori “Cukup Baik”
Warga Nyonyifi Keluhkan Dampak Aktivitas Proyek Jalan, Akses Sungai Rusak dan Lahan Terdampak
Pemkab Halsel Tutup Sementara Tempat Hiburan Malam Selama Ramadhan
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 09:11 WIB

DPMD Halsel Raih Penghargaan UCJ BPJS Ketenagakerjaan, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja Rentan Desa

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:46 WIB

Momentum Ramadan, PKS Kota Ternate Bersamai Anggota DPR RI Bagikan Takjil ke Warga

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:58 WIB

TPAKD Halsel Gelar Rapat Perdana Bersama OJK Maluku Utara, Fokus Perluasan Akses Keuangan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:49 WIB

Pemkab Halsel Ikuti Pendampingan Assessment Kesiapan Digital 2026, Perkuat Implementasi SPBE

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:29 WIB

Halmahera Selatan Naik ke Peringkat Kedua IPKD Maluku Utara, Raih Nilai Kategori “Cukup Baik”

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:45 WIB

Warga Nyonyifi Keluhkan Dampak Aktivitas Proyek Jalan, Akses Sungai Rusak dan Lahan Terdampak

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:39 WIB

Pemkab Halsel Tutup Sementara Tempat Hiburan Malam Selama Ramadhan

Senin, 2 Februari 2026 - 11:44 WIB

Realisasi Tindak Lanjut Temuan BPK Masih 67 Persen, Sekda Halsel Ingatkan OPD

Berita Terbaru