Investasi Triliunan Rupiah, DPR Pertanyakan Dampak Langsung ke Daerah

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Izzuddin Alqassam Kasuba, menyoroti masih lemahnya keterkaitan antara anggaran, output program, dan dampak nyata kebijakan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) terhadap pembangunan daerah, khususnya wilayah di luar Pulau Jawa.

Sorotan tersebut disampaikan Izzuddin dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, yang digelar di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1).

Legislator asal Maluku Utara ini mengakui paparan kinerja Kemenekraf secara umum terlihat kuat dari sisi makro. Namun, menurutnya, laporan tersebut belum mampu menjelaskan dampak konkret program kementerian terhadap daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Paparan kinerjanya cukup kuat secara makro, tetapi masih lemah dalam menjelaskan hubungan langsung antara anggaran yang digunakan dengan output, outcome, serta dampaknya bagi daerah,” ujar Izzuddin.

Ia menyoroti capaian indikator kinerja utama seperti investasi, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja yang dilaporkan mencapai 97 persen dari target, namun dinilai belum disertai penjelasan detail terkait sebaran wilayah dan jenis pelaku usaha yang terlibat.

Baca Juga :  Pemdes Sengga Baru Salurkan BLT, Gaji Perangkat, dan Insentif Tahap I Tahun 2025

“Capaian investasi Rp132,04 triliun dan ekspor USD 26,44 miliar ini belum jelas sebaran daerahnya. Juga belum terlihat porsi usaha mikro dibanding usaha besar, serta kontribusi langsung program Kemenekraf terhadap capaian tersebut,” tegasnya.

Menurut Izzuddin, tanpa kejelasan tersebut, capaian kinerja berpotensi lebih didorong oleh mekanisme pasar dan peran investor besar, bukan hasil intervensi kebijakan pemerintah.

“Pertanyaan kami sederhana, berapa persen capaian itu yang benar-benar merupakan hasil langsung program Kemenekraf, bukan semata karena faktor pasar atau investor besar,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga menyoroti ketimpangan subsektor dan geografis dalam investasi ekonomi kreatif yang hingga kini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

“Investasi masih didominasi subsektor aplikasi, fashion, kriya, dan kuliner, serta terkonsentrasi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah. Ini menunjukkan wilayah luar Jawa belum menjadi prioritas nyata,” ungkapnya.

Baca Juga :  Warga Desa Liaro Gelar Kegiatan Jumat Bersih di Masjid Nurul Muhlisin

 

Izzuddin menilai ekonomi kreatif di wilayah kepulauan, perbatasan, dan daerah tertinggal—termasuk Maluku Utara—belum terlihat secara eksplisit dalam kebijakan afirmatif Kemenekraf.

“Ekonomi kreatif di luar Jawa hampir tidak terlihat secara jelas. Bahkan belum tampak kebijakan afirmatif yang kuat untuk provinsi kepulauan, wilayah perbatasan, dan daerah tertinggal,” katanya.

Meski demikian, di akhir pernyataannya, Izzuddin tetap memberikan apresiasi terhadap tingkat serapan anggaran Kemenekraf tahun 2025, sembari berharap perencanaan tahun berikutnya lebih berorientasi pada pemerataan.

“Kami mengapresiasi serapan anggaran 2025. Namun pada tahun anggaran 2026, kami berharap kinerja Kemenekraf tidak hanya bagus di angka, tetapi juga lebih adil dan berdampak nyata bagi seluruh daerah,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Realisasi Tindak Lanjut Temuan BPK Masih 67 Persen, Sekda Halsel Ingatkan OPD
Camat BBU Saiful Hasan Laksanakan Monitoring di Sejumlah Desa, Pastikan 4 Program Utama di Desa
Palang Pasar Labuha Dibuka Usai di Mediasi Sekda Halsel
Cakupan JKN Tembus 98 Persen, Pemda Halsel Raih UHC Kategori Madya
Melalui Konferensi Pers, Kades Gonone Bantah Tuduhan Dana Desa Fiktif, Begini Penjelasannya
Belatung Kembali Ditemukan di Menu MBG MTSN 2 Halsel, Kelalaian Pengelola Dipertanyakan Serius
Bupati Bassam Wajibkan Apel Pagi Setiap Senin, BKD Diminta Tertibkan ASN Mangkir
Diduga Sengaja Ditahan, Kabid Nakertrans Halsel Biarkan LC Kafe Fortune Bekerja Tanpa AK1
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 11:44 WIB

Realisasi Tindak Lanjut Temuan BPK Masih 67 Persen, Sekda Halsel Ingatkan OPD

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:58 WIB

Camat BBU Saiful Hasan Laksanakan Monitoring di Sejumlah Desa, Pastikan 4 Program Utama di Desa

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:05 WIB

Palang Pasar Labuha Dibuka Usai di Mediasi Sekda Halsel

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:32 WIB

Melalui Konferensi Pers, Kades Gonone Bantah Tuduhan Dana Desa Fiktif, Begini Penjelasannya

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:51 WIB

Belatung Kembali Ditemukan di Menu MBG MTSN 2 Halsel, Kelalaian Pengelola Dipertanyakan Serius

Senin, 26 Januari 2026 - 15:13 WIB

Bupati Bassam Wajibkan Apel Pagi Setiap Senin, BKD Diminta Tertibkan ASN Mangkir

Senin, 26 Januari 2026 - 10:25 WIB

Diduga Sengaja Ditahan, Kabid Nakertrans Halsel Biarkan LC Kafe Fortune Bekerja Tanpa AK1

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:18 WIB

Penjabat Sekda Halsel Resmi Dilantik, Bupati Tekankan Tanggung Jawab dan Pelayanan

Berita Terbaru

Adventorial

Palang Pasar Labuha Dibuka Usai di Mediasi Sekda Halsel

Rabu, 28 Jan 2026 - 10:05 WIB