Kader Noh Tanggapi Mosi Tidak Percaya: Ini Persoalan Internal

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 04:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALMAHERA SELATAN – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Halmahera Selatan, Kader Noh, memberikan klarifikasi resmi terkait isu pelayanan publik, etika birokrasi, keterlambatan pembayaran hak pegawai, hingga munculnya poster mosi tidak percaya yang terpampang di Kantor Dukcapil, Jumat (23/1/2026).

Pantauan di lokasi, sejumlah poster berisi pernyataan sikap mosi tidak percaya terlihat terpasang di pintu depan Kantor Dukcapil Halsel dan dapat diakses langsung oleh publik. Poster tersebut memuat kritik terhadap gaya kepemimpinan Kepala Dinas yang dinilai tidak partisipatif, tertutup, serta minim transparansi, yang disebut berdampak pada iklim kerja dan kesejahteraan pegawai.

Menanggapi hal itu, Kader Noh mengaku telah mengetahui pihak yang diduga memasang poster tersebut. Namun, ia memilih tidak mengungkap identitas yang bersangkutan karena dinilai sebagai persoalan internal organisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah mengetahui siapa yang memasang poster itu, tetapi tidak ingin membuka identitasnya ke publik. Ini persoalan internal. Yang bersangkutan kerap melampaui kewenangan pimpinan dan ingin mengambil alih peran Kepala Dinas,” ujar Kader Noh.

Baca Juga :  Musrenbang Kecamatan Bacan Timur Tengah Tahun 2025 Digelar, Bahas Prioritas Pembangunan

Ia menyebut, pihak tersebut juga sering memaksakan kehendak agar seluruh saran dan keinginannya diikuti oleh pimpinan dan staf.

“Setiap masukan pasti kami hargai, tetapi tidak semua kehendak bisa dipaksakan. Ada aturan, hierarki, dan etika birokrasi yang wajib dijaga,” tegasnya.

Selain itu, Kader Noh menyoroti sikap oknum dimaksud yang dinilai tidak mencerminkan perilaku aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Beberapa kali bersikap tidak sopan, bahkan menunjuk-nunjuk masyarakat yang sedang mengurus administrasi. Ini jelas bertentangan dengan prinsip pelayanan publik,” tambahnya.

Terkait pelayanan kepada masyarakat, Kader Noh menegaskan bahwa regulasi tidak boleh dijadikan alasan untuk mempersulit warga.

“Dukcapil adalah wajah pelayanan pemerintah. Masyarakat datang dari jauh, maka wajib dilayani dengan ramah, sopan, dan santun. Aturan dibuat untuk mengatur, bukan menghambat,” katanya.

Baca Juga :  Santriwati Pesantren Bibinoi Dibekali Jiwa Kepemimpinan Lewat LDK, OSAT Jadi Pelopor Kegiatan

Mengenai keterlambatan pembayaran hak pegawai, Kader Noh menjelaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Dukcapil, tetapi juga dialami sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lain.

“Ini murni persoalan teknis akibat peralihan tahun anggaran dan pergantian bendahara. Kami sedang berkoordinasi dengan Bagian Hukum dan Sekretariat Daerah agar hak pegawai segera dibayarkan,” jelasnya.

Menjawab isu ketidakhadirannya di kantor, Kader Noh memastikan dirinya tengah menjalani perawatan medis di Manado sesuai rekomendasi dokter dan telah mengantongi izin resmi dari pimpinan daerah.

“Saya tidak meninggalkan tugas. Pengobatan ini atas izin resmi Bupati dan Sekda, dan saya tetap memantau jalannya pelayanan,” ujarnya.

Ia juga memastikan hubungan kerja dan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tetap berjalan baik.

“Saya berharap polemik ini tidak dipolitisasi. Fokus kita adalah memperbaiki pelayanan dan menjaga marwah institusi,” tutup Kader Noh.

 

Berita Terkait

Realisasi Tindak Lanjut Temuan BPK Masih 67 Persen, Sekda Halsel Ingatkan OPD
Camat BBU Saiful Hasan Laksanakan Monitoring di Sejumlah Desa, Pastikan 4 Program Utama di Desa
Palang Pasar Labuha Dibuka Usai di Mediasi Sekda Halsel
Cakupan JKN Tembus 98 Persen, Pemda Halsel Raih UHC Kategori Madya
Melalui Konferensi Pers, Kades Gonone Bantah Tuduhan Dana Desa Fiktif, Begini Penjelasannya
Belatung Kembali Ditemukan di Menu MBG MTSN 2 Halsel, Kelalaian Pengelola Dipertanyakan Serius
Bupati Bassam Wajibkan Apel Pagi Setiap Senin, BKD Diminta Tertibkan ASN Mangkir
Diduga Sengaja Ditahan, Kabid Nakertrans Halsel Biarkan LC Kafe Fortune Bekerja Tanpa AK1
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 11:44 WIB

Realisasi Tindak Lanjut Temuan BPK Masih 67 Persen, Sekda Halsel Ingatkan OPD

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:58 WIB

Camat BBU Saiful Hasan Laksanakan Monitoring di Sejumlah Desa, Pastikan 4 Program Utama di Desa

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:05 WIB

Palang Pasar Labuha Dibuka Usai di Mediasi Sekda Halsel

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:32 WIB

Melalui Konferensi Pers, Kades Gonone Bantah Tuduhan Dana Desa Fiktif, Begini Penjelasannya

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:51 WIB

Belatung Kembali Ditemukan di Menu MBG MTSN 2 Halsel, Kelalaian Pengelola Dipertanyakan Serius

Senin, 26 Januari 2026 - 15:13 WIB

Bupati Bassam Wajibkan Apel Pagi Setiap Senin, BKD Diminta Tertibkan ASN Mangkir

Senin, 26 Januari 2026 - 10:25 WIB

Diduga Sengaja Ditahan, Kabid Nakertrans Halsel Biarkan LC Kafe Fortune Bekerja Tanpa AK1

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:18 WIB

Penjabat Sekda Halsel Resmi Dilantik, Bupati Tekankan Tanggung Jawab dan Pelayanan

Berita Terbaru

Adventorial

Palang Pasar Labuha Dibuka Usai di Mediasi Sekda Halsel

Rabu, 28 Jan 2026 - 10:05 WIB