Halmahera Selatan — Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menunjukkan tren positif. Hingga Oktober 2025, realisasi PAD telah mencapai Rp 220,7 miliar, atau mendekati 90 persen dari target tahunan Rp 247 miliar.
Kepala Bidang Pendapatan BPKAD Halsel, Sarjan Jafar, mengungkapkan capaian tersebut mencerminkan efektivitas pemerintah daerah dalam mengelola sektor pendapatan.
“Angka ini merupakan total realisasi dari Januari sampai Oktober 2025,” jelas Sarjan saat ditemui, Senin (24/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumber pendapatan terbesar masih didominasi dari pajak daerah, disusul retribusi dan optimalisasi pemanfaatan fasilitas milik pemerintah. Menurut Sarjan, peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak ikut mendorong kenaikan PAD tahun ini.
“Tingkat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak semakin baik, ini menjadi sinyal positif bagi PAD kita,” tuturnya.
Dengan capaian yang telah mendekati target, Sarjan optimistis hingga akhir tahun PAD Halsel mampu menembus Rp 250 miliar, sekaligus melampaui target yang ditetapkan.
Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah daerah kembali memasang target lebih tinggi, yakni Rp 264 miliar. Sarjan berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat memperkuat strategi pendapatan dengan inovasi yang berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi dan inovasi dari semua OPD, kami yakin PAD Halsel akan terus meningkat,” pungkasnya (*)









