Halmahera Selatan — Pelantikan Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bacan masa bakti 2025–2027 di Gereja Betlehem, Desa Wayamiga, Kecamatan Bacan Timur, Minggu (23/11), tidak hanya menjadi seremonial pergantian pengurus.
Momentum tersebut juga berubah menjadi ruang evaluasi gerakan mahasiswa.
Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, yang hadir langsung, menegaskan bahwa GMKI tidak boleh terjebak menjadi organisasi yang hanya sibuk pada kegiatan internal, tetapi harus tampil sebagai “kekuatan moral” yang mampu mempengaruhi arah pembangunan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Organisasi sebesar GMKI tidak boleh pasif. Kader harus peka terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan. Suara mahasiswa adalah suara rakyat, dan itu harus terdengar” tegas Bassam.
Bupati secara khusus meminta jajaran pengurus baru agar pola dasar pendidikan kader tidak berhenti pada teori, tetapi diwujudkan melalui gerakan yang nyata.
“Kita butuh pemimpin muda yang bukan hanya pandai berpidato, tetapi berani bersikap. GMKI harus tampil sebagai mata dan telinga rakyat, menjaga persatuan sekaligus mengawal kesejahteraan warga,” sambungnya.
Pelantikan turut diramaikan dengan kehadiran perwakilan Pengurus Pusat GMKI, pimpinan OKP Cipayung, serta para tokoh pemuda lintas organisasi — menandai besarnya ekspektasi publik terhadap arah organisasi ini ke depan.
Sementara itu, Ketua GMKI Cabang Bacan terpilih, Yolden Boeng, menegaskan bahwa amanah yang diterima bukan sekadar jabatan simbolik. GMKI, katanya, akan tampil lebih progresif, bukan menjadi organisasi yang “hanya datang ketika pelantikan dan hilang setelah itu”.
“Kami tidak ingin GMKI hanya menjadi nama organisasi. Kami ingin GMKI menjadi gerakan. Siap berkompetisi secara gagasan, siap bekerja untuk masyarakat, dan siap menjadi mitra kritis pemerintah,” ucap Yolden.
Ia juga menyentil kultur organisasi yang selama ini stagnan di sebagian cabang di Indonesia.
“GMKI harus berani melakukan revolusi kultur. Kader harus siap ditempa, siap ditempatkan di medan yang berat, dan siap menjadi kekuatan moral gereja dan bangsa,” tandasnya.*









