Halsel – Halmahera Selatan merupakan salah satu daerah dengan tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan yang cukup memprihatinkan. Kasus perundungan dan kekerasan asusila terhadap anak di bawah umur kerap terjadi. Namun, hingga kini, upaya penegakan Hukum dan sosialisasi dan pencegahan dari pihak terkait belum terlihat signifikan.
Baru-baru ini, kasus serupa kembali terjadi. Seorang pria berinisial I, asal Desa Sumae, diduga menyekap seorang siswi kelas 2 SMA di salah satu pelabuhan speedboat di Babang.
Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban yang diketahui bernama Devi, meninggalkan desanya pada 3 April dengan menumpang speedboat menuju Pelabuhan Babang. Namun, sejak saat itu, Devi tidak bisa dihubungi. Pihak keluarga baru mendapat informasi pada 8 April bahwa Devi disembunyikan oleh pria berinisial I tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehan Arahman Limatahu, paman korban sekaligus mantan Camat Gane Barat Selatan, mengecam keras tindakan tersebut.
“Saya akan tetap memproses hukum pelaku, apa pun alasannya. Ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh warga Halsel agar tidak membiarkan predator seksual menghancurkan masa depan anak-anak kita, khususnya yang masih duduk di bangku sekolah. Apa pun risikonya, saya akan menempuh jalur hukum dan sudah melaporkan kasus ini ke Polres Halsel.”
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan kekerasan terhadap anak di Halmahera Selatan. Masyarakat berharap, Pemerintah daerah serta instansi terkait harus memberikan perhatian khusus terhadap isu ini, agar kejadian – kejadian serupa tidak terulang lagi (Tengku Sain)








