Halmahera Selatan — Suasana Pesantren Putri Alkhairaat Bibinoi tampak berbeda sepanjang pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang digelar sejak Jumat hingga Sabtu (21–22/11/2025).
Kegiatan yang diprakarsai Organisasi Santri Intra Pondok (OSAT) itu menjadi terobosan baru dalam dunia pendidikan pesantren di Halmahera Selatan, sekaligus membuka ruang pembinaan leadership secara sistematis bagi para santriwati.
LDK menghadirkan motivator muda, Risman Murut, dosen Staia sekaligus alumni Pondok pesantren Bibinoi itu sebagai pemateri utama. Kehadirannya disambut antusias oleh peserta yang memenuhi aula kegiatan. Melalui penyajian materi interaktif, santriwati diajak memahami konsep kepemimpinan modern yang berlandaskan nilai moral dan spiritual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, pemateri menekankan bahwa santri memiliki peluang besar tampil sebagai pemimpin berintegritas karena budaya disiplin yang melekat dalam pendidikan pesantren.
“Leadership bukan hanya tentang memimpin orang lain, tetapi juga memimpin diri sendiri. Santri memiliki modal kuat untuk itu,” tegasnya saat memandu sesi materi.
Materi dikemas melalui diskusi, simulasi, public speaking hingga pengambilan keputusan. Pola ini mendorong santriwati terlibat aktif dan mendapat pengalaman langsung tentang bagaimana mengelola tim, berbicara di depan publik, dan bertanggung jawab atas keputusan.
Kepala Pondok Pesantren Alkhairaat Bibinoi, Hi. M Yusron Kamarullah LC, menegaskan bahwa LDK merupakan program integral dalam pembinaan OSAT.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pengkaderan untuk mempersiapkan generasi penerus. Santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga kemampuan manajerial dan kepemimpinan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Madrasah Aliyah Alkhairaat Bibinoi, Rusdi Mubarun S.H.I. Menurutnya, pelatihan ini menjadi ruang strategis bagi santri untuk mengasah keterampilan hidup.
“LDK memperkuat akhlak, disiplin, dan rasa tanggung jawab santri. Mereka belajar manajemen waktu, komunikasi, hingga pemecahan masalah. Semua itu tetap berlandaskan nilai-nilai Islam,” tuturnya.
Sementara itu, peserta dan pengurus pesantren menyampaikan apresiasi atas kontribusi pemateri yang dinilai mampu membangun motivasi serta cara pandang baru terkait kepemimpinan dan pengembangan diri.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pesantren Bibinoi menargetkan santriwati tidak hanya unggul dalam pemahaman agama, tetapi juga siap tampil sebagai generasi yang percaya diri, berorganisasi, dan berperan aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di masa depan.*








