Sebanyak 1 Juta Pelaku UMKM akan Nikmati Penghapusan Utang, Pemerintah Diminta Perhatikan Daerah Terpencil

- Jurnalis

Jumat, 10 Januari 2025 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Istimewa Izzuddin Al-Qassam Kasuba

Gambar Istimewa Izzuddin Al-Qassam Kasuba

Indonesia – Sebanyak 1 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia akan menikmati penghapusan utang macet melalui program senilai Rp14 triliun yang akan segera diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2025.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional, terutama setelah menghadapi tekanan akibat pandemi dan tantangan ekonomi global.

Namun, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Izzuddin Al-Qassam Kasuba, mengingatkan pentingnya pemerataan manfaat dari program ini, khususnya bagi pelaku UMKM di kawasan Indonesia Timur, termasuk daerah pemilihannya, Maluku Utara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penghapusan utang UMKM ini adalah langkah yang sangat baik. Namun, kita harus memastikan bahwa manfaatnya dirasakan secara setara, termasuk oleh pelaku UMKM di Maluku Utara,” ujar Al-Qassam saat menghadiri podcast rri.co.id, pada Rabu, 8 Januari 2025 lalu. (10/01/2025)

Al-Qassam menjelaskan bahwa Maluku Utara memiliki potensi besar dari sektor perikanan, pertanian, hingga kerajinan lokal. Namun, pelaku UMKM di wilayah ini kerap menghadapi tantangan, seperti keterbatasan akses informasi dan kesenjangan kebijakan nasional. Ia menekankan bahwa transparansi dalam proses verifikasi penerima manfaat harus menjadi prioritas agar program tidak hanya berfokus di kota-kota besar.

Baca Juga :  Bassam Kasuba Antar Halsel Ukir Prestasi Digitalisasi Tingkat Nasional

“Oleh karena itu, transparansi dalam verifikasi penerima manfaat menjadi sangat penting agar pelaksanaan program ini adil dan menjangkau semua daerah, termasuk kawasan terpencil,” tegasnya.

Al-Qassam juga menyampaikan tiga hal penting yang harus diperhatikan pemerintah untuk memastikan program ini berdampak nyata, khususnya bagi UMKM di Maluku Utara:

1. Transparansi Data Penerima

Pemerintah harus memastikan bahwa data penerima diverifikasi secara akurat agar manfaat program benar-benar diterima oleh pelaku usaha yang membutuhkan.

2. Pendampingan Berkelanjutan

Menurutnya, penghapusan utang harus disertai dengan pelatihan, akses modal, dan strategi pemasaran agar pelaku UMKM dapat berkembang secara mandiri.

3. Sosialisasi ke Daerah Terpencil

Baca Juga :  Korupsi BBM Rp193,7 Triliun: Petinggi Pertamina Gaji Fantastis, Tapi Masih Mencuri?

Program ini harus menjangkau hingga pelosok daerah, termasuk Maluku Utara, agar tidak ada pelaku usaha yang tertinggal.

 

“Kami berharap pemerintah memastikan program ini tidak hanya menghapus utang, tetapi juga mendukung pelaku UMKM untuk tumbuh dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian,” tambahnya.

Sebagai wakil rakyat dari Maluku Utara, Al-Qassam berkomitmen untuk terus mengawal implementasi program ini agar pelaku UMKM di wilayahnya mendapatkan manfaat secara maksimal.

“Kami akan terus mendorong pemerintah untuk memperhatikan pelaku UMKM di Maluku Utara, agar mereka tidak hanya menjadi penonton tetapi benar-benar menjadi bagian dari program ini,” katanya.

Ia berharap program ini menjadi titik awal untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, terutama di daerah terpencil.

“UMKM adalah pilar penting ekonomi Indonesia. Dengan kebijakan yang adil dan berkelanjutan, kita bisa menciptakan ekosistem usaha yang lebih kokoh, khususnya di dapil saya, Maluku Utara,” tutupnya.

Berita Terkait

Penguatan Birokrasi, Bassam Resmi Lantik Delapan Pejabat Pemkab Halsel
Jelang Nataru 2025, KUA Gane Barat Berbagi Air Mineral di Pelabuhan Saketa
Sosialisasi Empat Pilar, Alqassam Ingatkan Pentingnya Pancasila dan NKRI
Bassam Kasuba Antar Halsel Ukir Prestasi Digitalisasi Tingkat Nasional
Pemkab Halsel Buka Seleksi Terbuka JPT Pratama untuk 7 Jabatan Strategis
Dinamika Persaingan Usaha Dinilai Jadi Pemicu Isu Negatif
Tindak lanjut Edaran Bawaslu Nomor 41 Tahun 2025, Bawaslu Halsel Gelar Rakoor Bersama KPU.
57 Desa Terlambat LPJ, Fisik Tahap II Dipotong, Hanya Terima BLT dan Pangan
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:45 WIB

Penguatan Birokrasi, Bassam Resmi Lantik Delapan Pejabat Pemkab Halsel

Selasa, 23 Desember 2025 - 13:25 WIB

Jelang Nataru 2025, KUA Gane Barat Berbagi Air Mineral di Pelabuhan Saketa

Senin, 15 Desember 2025 - 19:53 WIB

Sosialisasi Empat Pilar, Alqassam Ingatkan Pentingnya Pancasila dan NKRI

Minggu, 7 Desember 2025 - 03:15 WIB

Bassam Kasuba Antar Halsel Ukir Prestasi Digitalisasi Tingkat Nasional

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:49 WIB

Pemkab Halsel Buka Seleksi Terbuka JPT Pratama untuk 7 Jabatan Strategis

Jumat, 28 November 2025 - 09:37 WIB

Dinamika Persaingan Usaha Dinilai Jadi Pemicu Isu Negatif

Rabu, 26 November 2025 - 15:15 WIB

Tindak lanjut Edaran Bawaslu Nomor 41 Tahun 2025, Bawaslu Halsel Gelar Rakoor Bersama KPU.

Senin, 24 November 2025 - 20:59 WIB

57 Desa Terlambat LPJ, Fisik Tahap II Dipotong, Hanya Terima BLT dan Pangan

Berita Terbaru

Adventorial

Panitia Seleksi Umumkan Tiga Besar JPT Pratama Pemkab Halsel

Rabu, 7 Jan 2026 - 15:05 WIB