TPID dan P2DD Maluku Utara Gelar High-Level Meeting, Bahas Strategi Stabilitas Harga dan Digitalisasi Keuangan

- Jurnalis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maluku Utara – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Provinsi Maluku Utara menggelar High-Level Meeting (HLM) di Hotel Amara, Ternate. (22/3/2025)

Pertemuan ini mengusung tema “Penguatan Kemandirian Pangan untuk Stabilitas Harga dan Ketahanan Ekonomi Daerah”, dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, termasuk perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Bank Indonesia, serta pemerintah kabupaten/kota.

HLM ini bertujuan untuk memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui ketahanan pangan serta mendorong percepatan digitalisasi transaksi daerah guna meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu agenda utama adalah pemaparan materi oleh Kepala Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Dr. Bambang Heriyanto, yang turut dihadiri oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba.

Dalam pemaparannya, Dr. Bambang mengungkapkan bahwa penerimaan Pajak Asli Daerah (PAD) dan retribusi melalui transaksi non-tunai menunjukkan capaian yang bervariasi antarwilayah.

Baca Juga :  Resmi Berdiri, Komisaris Utama Media Kawasi Indonesia News Terima Dokumen dari Tim Hukum

Kabupaten Halmahera Selatan mencatat capaian tertinggi dengan 95%, disusul Halmahera Tengah dan Pulau Taliabu sebesar 65%. Sementara itu, Ternate, Halmahera Barat, dan Halmahera Utara masih berada di bawah 50%, yang menunjukkan perlunya optimalisasi lebih lanjut.

Dr. Bambang juga menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi transaksi daerah guna meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan. Ia mengingatkan bahwa dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TP2DD sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri telah meminta kepala daerah untuk menerbitkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) sebagai salah satu langkah percepatan digitalisasi. Saat ini, kebijakan tersebut mulai diterapkan di Provinsi Maluku Utara, dengan Kabupaten Halmahera Selatan dan Halmahera Tengah telah memulai implementasinya, sementara daerah lainnya masih dalam tahap persiapan.

Selain membahas digitalisasi keuangan, forum ini juga menyoroti strategi penguatan kemandirian pangan sebagai pilar stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat. Diskusi panel yang melibatkan berbagai pihak membahas upaya peningkatan produktivitas pertanian lokal, optimalisasi distribusi bahan pangan, serta dukungan bagi petani dan UMKM dalam rantai pasok pangan.

Baca Juga :  Bupati Bassam Kasuba Buka Bimtek Siskeudes Versi 2.0.7, Tegaskan Komitmen Perbaikan Tata Kelola Desa

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Maluku Utara, Serli Laos, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Halmahera Barat, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan sebagai kawasan unggulan dalam pengembangan sektor peternakan, perkebunan, dan pertanian.

“Kami akan memfokuskan pengembangan di tiga wilayah tersebut untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligus mendongkrak perekonomian lokal. Pada April mendatang, pihak swasta akan melakukan survei lokasi di masing-masing kabupaten untuk menilai potensi pengembangan sektor ini,” ujar Gubernur Serli.

Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Maluku Utara dapat memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui sinergi antara pengendalian inflasi, digitalisasi keuangan, dan kemandirian pangan.

Berita Terkait

Pimpin Apel Pagi, Bupati Bassam Kasuba Apresiasi Kinerja ASN dan Tekankan Peningkatan Pelayanan 2026
DPMD Halsel Raih Penghargaan UCJ BPJS Ketenagakerjaan, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja Rentan Desa
Momentum Ramadan, PKS Kota Ternate Bersamai Anggota DPR RI Bagikan Takjil ke Warga
TPAKD Halsel Gelar Rapat Perdana Bersama OJK Maluku Utara, Fokus Perluasan Akses Keuangan
Pemkab Halsel Ikuti Pendampingan Assessment Kesiapan Digital 2026, Perkuat Implementasi SPBE
Halmahera Selatan Naik ke Peringkat Kedua IPKD Maluku Utara, Raih Nilai Kategori “Cukup Baik”
Warga Nyonyifi Keluhkan Dampak Aktivitas Proyek Jalan, Akses Sungai Rusak dan Lahan Terdampak
Keputusan ESDM Dinilai Kontradiktif, DPR Soroti Pemenang Lelang WKP Telaga Ranu
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:43 WIB

Pimpin Apel Pagi, Bupati Bassam Kasuba Apresiasi Kinerja ASN dan Tekankan Peningkatan Pelayanan 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 09:11 WIB

DPMD Halsel Raih Penghargaan UCJ BPJS Ketenagakerjaan, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja Rentan Desa

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:46 WIB

Momentum Ramadan, PKS Kota Ternate Bersamai Anggota DPR RI Bagikan Takjil ke Warga

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:58 WIB

TPAKD Halsel Gelar Rapat Perdana Bersama OJK Maluku Utara, Fokus Perluasan Akses Keuangan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:49 WIB

Pemkab Halsel Ikuti Pendampingan Assessment Kesiapan Digital 2026, Perkuat Implementasi SPBE

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:29 WIB

Halmahera Selatan Naik ke Peringkat Kedua IPKD Maluku Utara, Raih Nilai Kategori “Cukup Baik”

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:45 WIB

Warga Nyonyifi Keluhkan Dampak Aktivitas Proyek Jalan, Akses Sungai Rusak dan Lahan Terdampak

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:23 WIB

Keputusan ESDM Dinilai Kontradiktif, DPR Soroti Pemenang Lelang WKP Telaga Ranu

Berita Terbaru