Warga Geti Lama Geruduk DPMD, Pemda Halsel Diuji, Berani Copot atau Diam Jadi Penonton?

- Jurnalis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan — Puluhan warga Desa Geti Lama, Kecamatan Bacan Barat Utara mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Halmahera Selatan pada Kamis, (21/8/2025).

Dengan wajah penuh amarah dan suara lantang, warga menuntut pencopotan Kepala Desa (Kades) Pelipus Pesu, yang dituding menyelewengkan dana desa sejak 2022–2025.

Aksi yang dikomandoi Ketua BPD Geti Lama, Rudi Samola, didampingi Sekdes Roni Kareci serta anggota BPD, bukan sekadar protes seremonial, tetapi langkah ini adalah perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan yang dibiarkan berlarut-larut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini jeritan rakyat, bukan panggung politik. Kami datang karena sudah muak ditindas,” tegas Rudi.

Dalam tuntutannya, warga membeberkan sederet dosa sang Kades Pelipus Pesu, dari pembangunan PAUD mangkrak, pengadaan bodi desa tak ada wujud, pagar desa lenyap dari realisasi, dana ketahanan pangan yang raib, insentif perangkat desa yang tak dibayarkan selama 22 bulan, bahkan dugaan rekayasa dan manipulasi Dokumen Perencanaan Pembangunan serta Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) setiap Tahun

Baca Juga :  Bupati Bassam Kasuba Pantau Progres Pembangunan Masjid Alkautsar di Bacan

Lebih dari itu, warga menuding Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, tidak menepati janjinya yang pernah menyatakan akan mencopot Pelipus Pesu.

“Kami datang untuk mengingatkan Bupati agar tidak berhenti pada janji dan ucapan manis, tetapi juga diwujudkan dengan tindakan nyata,” ujar Rudi dengan tegas.

Kasus Geti Lama sejatinya bukan lagi urusan kecil, ini adalah cermin besar yang menampar wajah Pemda Halsel.

Jika desakan rakyat yang sudah berulang kali disuarakan tidak juga ditindaklanjuti, maka yang dipertaruhkan bukan hanya jabatan Pelipus Pesu, tetapi juga kredibilitas pemerintah Daerah.

Baca Juga :  Kawasi Indonesia News Resmi di Louncing

Diamnya Pemda sama artinya dengan membiarkan rakyat berteriak di jalanan tanpa jawaban. Lebih dari itu, publik bisa menilai, apakah Pemda Halsel pemimpin sejati yang berani membersihkan sarang korupsi di desa, atau sekadar penonton yang pura-pura tuli?

Di titik inilah, Pemda Halsel di uji komitmennya, berani mencopot Pelipus Pesu berarti berpihak pada rakyat, membiarkan Pelipus tetap berkuasa berarti Pemda ikut melindungi penyalahgunaan.

Pilihan itu sederhana, tapi konsekuensinya sangat besar, karena di balik suara lantang warga Geti Lama, ada harga diri masyarakat Halmahera Selatan yang menunggu jawaban tegas.  (WR)

Berita Terkait

Pimpin Apel Pagi, Bupati Bassam Kasuba Apresiasi Kinerja ASN dan Tekankan Peningkatan Pelayanan 2026
DPMD Halsel Raih Penghargaan UCJ BPJS Ketenagakerjaan, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja Rentan Desa
TPAKD Halsel Gelar Rapat Perdana Bersama OJK Maluku Utara, Fokus Perluasan Akses Keuangan
Pemkab Halsel Ikuti Pendampingan Assessment Kesiapan Digital 2026, Perkuat Implementasi SPBE
Halmahera Selatan Naik ke Peringkat Kedua IPKD Maluku Utara, Raih Nilai Kategori “Cukup Baik”
Warga Nyonyifi Keluhkan Dampak Aktivitas Proyek Jalan, Akses Sungai Rusak dan Lahan Terdampak
Keputusan ESDM Dinilai Kontradiktif, DPR Soroti Pemenang Lelang WKP Telaga Ranu
Pemkab Halsel Tutup Sementara Tempat Hiburan Malam Selama Ramadhan
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:43 WIB

Pimpin Apel Pagi, Bupati Bassam Kasuba Apresiasi Kinerja ASN dan Tekankan Peningkatan Pelayanan 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 09:11 WIB

DPMD Halsel Raih Penghargaan UCJ BPJS Ketenagakerjaan, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja Rentan Desa

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:58 WIB

TPAKD Halsel Gelar Rapat Perdana Bersama OJK Maluku Utara, Fokus Perluasan Akses Keuangan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:49 WIB

Pemkab Halsel Ikuti Pendampingan Assessment Kesiapan Digital 2026, Perkuat Implementasi SPBE

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:29 WIB

Halmahera Selatan Naik ke Peringkat Kedua IPKD Maluku Utara, Raih Nilai Kategori “Cukup Baik”

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:45 WIB

Warga Nyonyifi Keluhkan Dampak Aktivitas Proyek Jalan, Akses Sungai Rusak dan Lahan Terdampak

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:23 WIB

Keputusan ESDM Dinilai Kontradiktif, DPR Soroti Pemenang Lelang WKP Telaga Ranu

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:39 WIB

Pemkab Halsel Tutup Sementara Tempat Hiburan Malam Selama Ramadhan

Berita Terbaru